Skripsi
Pengaruh Pelaksanaan Pelatihan dan Pengembangan Pegawai Terhadap Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Direktorat Poltekkes Kemenkes Jakarta II
ABSTRAK
Triyoko Purwanto, 201402651, Pengaruh Pelaksanaan Pelatihan dan Pengembangan Pegawai Terhadap Penilian Prestasi Kerja pada Poltekkes Kemenkes Jakarta II. Dibawa bimbingan Asriyal SE,MM.
Latar belakang dalam penelitian ini adalah ingin mengetahui bagaimana pengaruh Pelaksanaan pelatihan dan pengembangan Pegawai terhadap Penilaian Prestasi Kerja. Tujuan penelitian adalah untuk mendesripsikan bentuk kebijakan pelatihan dan pengembangan untuk pegawai direktorat pada Poltekkes Kemenkes Jakarta II, untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan pelatihan dan Pengembangan tehadap prestasi kerja pegawai Direktorat pada Poltekkes Kemenkes Jakarta II, untuk membuktikan besarnya pengaruh pelaksanaan pelatihan dan pengembangan terhadap prestasi kerja pegawai rektorat Poltekkes Kemenkes Jakarta II, desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif asosiatif kuantatif yaitu mengetahui hubungan antara tiga variabel yaitu pelaksanaan pelatihan (X1), pengembangan (X2) dan Penilaian Prestasi Kerja (Y). Hasil penelitian ini dapat membangun teori yang berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan dan mengontrol suatu gejala. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: uji validitas, uji reabilitas, regresi linear berganda, koefisien korelasi, koefisien determinan, uji t dan uji f.Berdasarkan hasil pengujian validitas menyatakan bahwa semua pernyataan dapat dikatakan valid karena semua pernyataan memiliki nilai kisaran tabel r di atas 0,320. Sedangkan hasil uji reliabilitas menyatakan bahwa semua instrument dikatakan reliabel karena lebih dari -011 yaitu sebesar -011 (pelaksanaan pelatihan), 0.445 (pengembangan pegawai), dan 19.049 (penilaian prestasi kerja). Untuk hasil regresi linear berganda yaitu Y = 19.049 +-011X1 + 0.445 X2, yang artinya setiap kali kenaikan satu kesatuan variabel pelaksanaan pelatihan dapat meningkatkan variabel penilaian prestasi kerja 0.433 atau 43.3% dan setiap kali kenaikan satu kesatuan variabel pengembangan maka dapat meningkatkan variabel penilaian prestasi kerja sebesar 0.1459 atau 14,59%. Melalui perhitungan korelasi yang telah dilakukan penulis mendapatkan hasil r = 0.544 atau 54.4% yang menandakan hubungan antara variabel pelaksanaan pelatihan (X1) dan pengembangan pegawai (X2) terhadap penilaian prestasi kerja (Y) sedang. Sedangakan nilai KD = 0.634 atau 63,4% yang artinya bahwa 63,4% variabel penilaian prestasi kerja dipengaruhi oleh pelaksanaan pelatihan dan pengembangan pegawai, sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Kata Kunci: Pelaksanaan Pelatihan Pengembangan Pegawai dan Penilaian Prestasi Kerja.
Tidak tersedia versi lain